
PF-Lestari, Inovasi Pertamina Foundation untuk Pemantauan Kehati Berbasis AI
Jakarta, 04 Maret 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan berbasis artificial intelligence AI) bernama PF-Lestari.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menjelaskan bahwa PF-Lestari dikembangkan sebagai sistem pemantauan keanekaragaman hayati (kehati) yang terintegrasi untuk menjawab tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks.
“Selama melaksanakan program lingkungan, pengelolaan data kehati kerap menghadapi kendala, mulai dari data yang tersebar hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala. Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat” ujar Agus, Rabu (4/3).
Didukung teknologi AI dan analisis spasial, PF-Lestari mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan estimasi jumlah pohon (tree count). Platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif.
Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.
Apresiasi disampaikan oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono yang menilai inovasi ini sebagai praktik konservasi dan pertanian berkelanjutan.
“Saya melihat PF-Lestari sebagai inovasi yang sangat baik karena pemantauan lingkungan bisa dilakukan lebih mudah, terintegrasi, dan datanya jelas. Ini akan sangat membantu dalam menjalankan program keberlanjutan secara konsisten dan terukur,” ujar Condro.
Melalui pemanfaatan PF-Lestari, inisiatif pelestarian lingkungan diharapkan semakin kuat dari sisi perencanaan hingga pelaporan. Data yang terdokumentasi ini sejalan dengan Asta Cita terkait penguatan ketahanan lingkungan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan poin 15 (Ekosistem Daratan).
