Pertamina Foundation berkomitmen mendukung target prioritas sasaran kegiatan CSR tahun 2022 dari kementerian BUMN yang fokus pada 3 aspek yaitu pendidikan, lingkungan hidup dan UMKM. Utamanya dalam aspek lingkungan hidup, Pertamina Foundation mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia nol emisi karbon pada tahun 2060. Pertamina Foundation menjalankan program Hutan Pertamina, yaitu program konservasi dan restorasi ekosistem serta melakukan pemberdayaan bagi masyarakat lokal dengan tujuan utama pengelolaan perubahan iklim.
Hutan Pertamina merupakan solusi berbasis alam (nature based solution) pada ekosistem guna berkontribusi pada Tujuan Pertamina Net Zero Emission. Program Hutan Pertamina tidak hanya berupa penanaman dan konservasi sumberdaya alam hayati, tetapi juga berperan dalam mendukung SDGs pada poin (4) Pendidikan, (7) Energi, (8) Pertumbuhan Ekonomi, (13) Penanganan Perubahan Iklim, dan (14) Ekosistem Lautan.
Pilar Hutan Pertamina
Pengembangan Masyarakat


Aksi Lingkungan


Melindungi Keanekaragaman Hayati


Hutan Pertamina juga turut mendukung
Program Pertamina Lestari, yakni melalui upaya konservasi dan rehabilitasi ekosistem hutan serta mengembalikan habitat fauna endemik
Program Pemberdayaan Masyarakat lokal melalui integrasi penanaman berbasis agroforestry
Komitmen Pertamina dan pemerintah dalam meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) melalui Desa Energi Berdikari.
Biodiversity Protection

Melakukan perancangan koridor alam untuk bekantan (Nasalis larvatus), salah satu spesies yang terancam di Kalimantan, di wilayah Pertamina Hulu Mahakam sebagai bentuk implementasi dalam melindungi biodiversitas.

Program perlindungan keanekaragaman hayati di Hutan Pertamina Badak LNG pada tahun 2023 berfokus pada kajian kelayakan pengelolaan orangutan di PT Badak NGL. Kajian yang dilakukan dengan dua pendekatan ini menunjukkan ditemukannya sebanyak 32 sarang Orangutan.

Melakukan survei pendahuluan untuk mengevaluasi potensi keanekaragaman satwa liar di Kawasan Hutan Pertamina UGM Blora Ngawi. Diharapkan hasil survei pendahuluan dapat memberikan landasan yang kuat untuk melanjutkan penelitian biodiversitas lebih lanjut.
Kwatisore Project
Merupakan Proyek Penguatan Fungsi Kawasan dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Dukungan Pengelolaan Whale Shark Center (WSC) Di Taman nasional Teluk Cenderawasih, Kolaborasi antara PT Pertamina International Shipping (PIS), bersama Pertamina Foundation dan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih.
Kolaborasi TNTC dengan Pertamina mencakup:

Fasilitasi penelitian bersama terkait spesies dan ekosistem laut Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Penyadartahuan konservasi hiu paus kepada masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan scuba diving dalam rangka pengelolaan ekowisata hiu paus

Penyediaan ekonomi alternatif dalam rangka pengelolaan ekowisata hiu paus bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi
Knato Lau Lewa

Pembangunan dan Penataan Ruang Kolaborasi
Dibentuk atas kerja sama Yayasan Pertamina dengan benihbaik dan Tim Barakat, Ruang Kolaborasi dibuat dengan tujuan terciptanya transfer ilmu pengetahuan terkait konservasi, sirkularisasi ekonomi dan kemandirian energi. Bentuk kegiatan yang akan diadakan di ruang tersebut ialah pengajaran kepada anak- anak setempat terkait muatan lokal pelestarian adat.

Penyusunan Modul Sekolah Adat dan Mulok
Modul sekolah adat telah selesai dibuat dengan melibatkan masyarakat setempat seperti Kepala Desa, Kepala BPD, Kepala Sekolah, dan Tokoh Adat. Pelibatan masyarakat dalam penyusunan kurikulum ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data yang akurat mengenai budaya penangkapan ikan paus yang berkaitan dengan nilai budaya.

Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Lamalera
Pelatihan yang dilakukan di Desa Lamalera bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat baik dari sisi pengetahuan lingkungan maupun pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan setempat. Pelatihan pertama yang dilakukan adalah pembuatan Bioriftek Terumbu Karang Buatan.
Hutan Pertamina Mahakam
Luas Lahan
2.935 Ha
Durasi Proyek
18 Tahun
Reforestasi
1.292.000 Pohon
(82Ha)
Serapan GRK/th
108.005 Ton
CO2e
SDGs Impact
6, 7, 8, 12, 13
Community Development
Pelatihan membatik dengan pewarna alami dan penyuluhan pengelolaan sampah pesisir
Pelatihan membatik diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari 8 kelompok masyarakat. Kelompok tersebut berdomisili di sekitar PT Badak NGL.
Mengubah pola tanam monokultur menjadi polikultur
Penanaman lebih dari satu jenis tanaman bisa menjadi salah satu upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah dan memberikan pilihan sumber penghasilan yang lebih beragam bagi petani.
Mengembangkan sumber daya produksi berbasis bahan lokal
Pemanfaatan kotoran ternak padat maupun kotoran cair bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik.
Apa Kata Mereka

Eko Hery Susanto
"Kehadiran PF melalui kegiatan KHDTK UGM membawa pola rehabilitasi hutan dan lahan berbeda dari pola-pola sebelumnya serta memberikan paradigma baru ttg sinergitas hutan dengan masyarakat desa hutan utk berkolaborasi mewujudkan kelestarian ekonomi, sosial, serta ekologinya."

